Sejarah dan Perkembangan Bedah atau Operasi Caesar

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Istilah Caesar sebenarnya diambil dari bahasa latin yaitu "Caesones" yaitu pengambilan bayi dari perut ibu dengan tujuan untuk menyelamatkan bayi, karena si ibu telah meninggal, pada waktu kelahiran dengan cara normal.
Selama ini banyak anggapan bahwa operasi atau bedah caesar pertama kali dilakukan oleh Julius Caesar, penguasa Romawi sebelum Masehi. Ternyata tidak, karena bedah caesar yaitu proses pemotongan atau pembedahan atau operasi, yang dilakukan pada wanita bersalin untuk mengeluarkan sang bayi dari perut ibunya dilakukan pertama kali pada tahun 1316 oleh Robert asal Skotlandia. Ia melakukan pembedahan terhadap istrinya Marjorie Bruce, tapi akhirnya tak tertolong lagi.
Selanjutnya dilakukan pada tahun 1582 oleh Jacob Nufer, seorang penjagal dari Swiss. Ketika itu ia mendapati istrinya kesulitan dalam persalinan akhirnya timbul gagasan. Karena kebiasaannya menjagal atau membedah binatang, maka ia dengan segera membedah perut istrinya sendiri untuk mengeluarkan bayi. Berkat keterampilannya maka istri dan anaknya selamat. Hebatnya lagi peristiwa ini diulangi lagi sampai 5 kali dan semua dalam kondisi sehat.
Bedah caesar yang sudah ditangani tim medis atau kedokteran pertama kali dilakukan oleh seorang dokter tentara bernama Miranda Stuard Barry pada tahun 1815. Ketika itu ia sedang bertugas di Afrika, ketika ada seorang wanita yang kesulitan melahirkan, padahal di wilayah tersebut sedang berkecamuk perang sehingga wanita dilarang masuk. Ia akhirnya menyamar sebagai lelaki bernama James lalu membedah perut wanita Afrika itu dan berhasil.
Tahun 1879 bedah caesar yang kedua kalinya dilakukan juga di Afrika, yaitu di Uganda dimana seorang tabib setempat membedah wanita suku setempat yang kesulitan dalam persalinan. Tabib tersebut membuat sayatan vertikal sepanjang garis tengah dan menggunakan peralatan yang panas untuk menutup pembuluh darah yang bocor. Lalu perut ibu di pijat agar ibu berkontraksi sehingga pembuluh darahnya mengerut dan tidak mengeluarkan banyak darah. Setelah bayi dikeluarkan, robekan tersebut kemudian dijahit dengan jarum besi yang sebelumnya dibakar untuk mensterilkan dari kuman, kemudian ditutupi dengan ramuan dari akar-akaran.
Pada tanggal 5 Maret 2000, Ines Ramirez melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri dan berhasil mempertahankan nyawanya dan juga bayinya, Orlando Ruiz Ramirez. Ia dipercaya sebagai satu-satunya wanita yang melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri.
Dalam perkembangan selanjutnya bedah caesar semakin mengalami kemajuan. Hal ini dilakukan oleh para ilmuwan kedokteran yang terus menciptakan inovasi-inovasi hingga sekarang dengan sistem perekat daging dan kulit. Jadi metode jahit dengan benang kini mulai ditinggalkan. Sementara untuk pembiusan juga hanya dilakukan secara lokal, hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko terhadap pasien. (SELARAS).

Artikel Lainnya:

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :