Akibat Kebiasaan Nginang Untuk Kesehatan Gigi

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
Kebiasaan Nginang atau nyirih masih banyak dilakukan khususnya generasi tua kita, persepsi yang timbul dari kebiasaan nginang adalah gigi menjadi awet, tidak rusak, tetap bertahan sampai tua.
Kenyataan memang demikian karena banyak orang yang menginang, gigi geliginya masih bagus sampai usia tua.
Meskipun demikian, ada akibat yang ditimbulkan dari kebiasaan nginang ini terhadap kesehatan gigi, berikut ini ulasannya :
Ramuan sirih terdiri dari : Daun Sirih, Gambir, Buah Pinang, Tembakau dan Kapur. Gigi geligi akan menjadi aus dan berwarna kemerahan. Resesi gusi dan iritasi pada mukosa mulut atau leukoplak dapat terjadi akibat tekanan tembakau. Penumpukan kalkulus atau karang gigi dapat pula terjadi karena adanya unsur kapur didalam ramuan sirih yang menyebabkan suasana basa di dalam mulut.
Ada tipe gingivitis atau radang gusi yang dinamakan gingivitis toxica yang ditandai dengan destruksi gingival tulang dibawahnya, yang dihubungkan dengan kebiasaan mengunyah tembakau.
Silikat yang terdapat di dalam daun tembakau dan pengunyahan dalam waktu lama berangsur-angsur akan mengikis elemen gigi sampai gingiva. Elemen-elemen ini berubah warna menjadi cokelat, tidak sakit karena proses berjalan lambat dan terus-menerus.
Demikianlah sekilas tentang Akibat Kebiasaan Nginang Untuk Kesehatan Gigi, semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya:

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :